Judul film ini merujuk pada dua kitab yang mencatat amal buruk (sijjin) dan amal baik (illiyyin) manusia, yang menggambarkan konflik antara kebaikan dan keburukan dalam Kitab Sijjin & Illiyyin. Banyak film horor Indonesia mengangkat tema ini. Namun, ada sebuah twist: protagonis mewakili sisi jahat dalam pertarungan tersebut.
Setelah orang tuanya meninggal secara aneh saat kecil, Yuli (Yunita Siregar) hidup dalam penderitaan karena Ambar (Djenar Maesa Ayu) menyiksanya. Yuli adalah anak dari hubungan ibu kandungnya dengan suami Ambar. Seperti Cinderella yang disiksa ibu tiri, Yuli harus menjalani hari seperti pembantu. Laras (Dinda Kanyadewi), putri Ambar, juga ikut menyiksanya.
Sinopsis Kitab Sijjin & Illiyyin
Ritual santet mengharuskan Yuli memakai mayat segar sebagai pengganti boneka teluh. Yuli membuka mayat itu, memasukkan nama-nama target ke dalamnya, lalu menjahit lubang itu dengan cara yang tidak rapi. Tim artistik Kitab Sijjin & Illiyyin menunjukkan hasil kerja bagus dengan menggunakan efek praktis untuk memperlihatkan proses menjijikkan tersebut.
Beberapa efek praktis juga digunakan saat ilmu santet mulai menyerang tubuh korban. Kekerasannya tidak terlalu parah, tapi pengarahan Hadrah Daeng Ratu membuat setiap kaca yang menusuk telapak kaki, atau kecoa yang dicabut dari bola mata (benar-benar terjadi), terasa sakit bagi penonton.
Latar Belakang Kitab Sijjin & Illiyyin
Naskah karya Lele Laila bergerak seperti sinetron yang bisa membuat penonton membenci karakter yang jahat pada tokoh utama. Mungkin tidak elegan, tapi jelas efektif. Suami Laras, Rudi (Tarra Budiman), dan dua anak mereka, Tika (Kawai Labiba) dan Dean (Sultan Hamonangan), mungkin tidak menyakiti langsung, tapi mereka diam saja melihat nasib buruk Yuli seperti itu biasa.
Jika Cinderella tetap positif sambil bernyanyi dengan burung, Yuli malah memilih mendengarkan bisikan jahat. Dengan bantuan dukun Pana (Septian Dwi Cahyo), Yuli menggunakan ilmu santet. Dia ingin Ambar dan seluruh keluarganya mati, termasuk dua anak Laras yang masih kecil.
Pemeran Kitab Sijjin & Illiyyin

Daftar Pemeran Utama
- Yunita Siregar sebagai Yuli
- Dinda Kanyadewi sebagai Laras
- Tarra Budiman sebagai Rudiarto (Rudi)
- Djenar Maesa Ayu sebagai Ambar
- Kawai Labiba sebagai Tika
- Sulthan Hamonangan sebagai Dean
- Septian Dwi Cahyo
- David Chalik
Tema dan Makna
Tema Film
- Dendam dan Trauma: Menyoroti bagaimana penindasan dan perlakuan buruk bertahun-tahun dapat mengubah seseorang yang tulus menjadi penuh kebencian.
- Ilmu Hitam dan Mistisme: Mengangkat praktik santet dan kekuatan jin dalam budaya lokal sebagai alat balas dendam instan yang berbiaya mahal bagi jiwa manusia.
- Dualisme Spiritual: Pertarungan antara pengaruh jahat ilmu hitam dan perlindungan kekuatan agama Islam (seperti zikir atau doa penangkal).
Makna Film
- Konsekuensi Perbuatan: Menggambarkan bahwa balasan dendam dan kejahatan tidak akan berujung pada kebaikan atau keadilan sejati, melainkan menghancurkan diri pelaku sendiri.
- Pesan Moral Keimanan: Menunjukkan bahwa orang yang senantiasa mendekatkan diri pada ajaran agama dan menghindari dosa lebih terjaga dari niat jahat atau gangguan mistis.
- Refleksi Catatan Amal: Mengingatkan penonton tentang eksistensi catatan amal perbuatan manusia (Sijjin dan Illiyyin) yang kelak menentukan akhir hidup seseorang.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan Film
- Pesan Moral yang Kuat: Memberikan edukasi penonton bahwa individu yang taat agama lebih sulit diserang ilmu hitam dibanding yang sering berbuat dosa.
- Premis Unik: Memadukan konsep catatan amal dari Surah Al-Muthaffifin (Sijjin dan Illiyyin) ke dalam alur cerita mistis santet atau santau.
- Kontras Karakter yang Jelas: Menampilkan komparasi sifat tokoh baik dan jahat secara gamblang dalam menghadapi teror gaib.
Kekurangan Film
- Pola Cerita Mudah Ditebak: Alur pertarungan antara kebaikan dan kejahatan mistis kerap mengikuti formula film horor religius pada umumnya.
- Eksplorasi Premis Terbatas: Konsep besar mengenai kitab pencatatan amal kadang terasa sekadar menjadi tempelan judul ketimbang pendalaman mitologi yang utuh.
Kesimpulan
Film Kitab Sijjin & Illiyyin sangat cocok untuk ditonton terutama bagi penggemar horor ekstrem yang ingin pengalaman menegangkan dan berbeda. Film ini punya cerita santet yang unik dan menarik, berdasarkan catatan amal yang jadi inti cerita. Selain itu, film ini menampilkan visual gore yang berani dengan adegan-adegan mengerikan, cocok untuk penggemar horor yang suka efek visual kuat. Atmosfer psikologis dalam film juga sangat kuat dan membangun ketegangan yang dalam. Namun, film ini tidak cocok untuk penonton yang sensitif terhadap adegan sadis dan kekerasan, karena ada bagian yang cukup ekstrem dan menakutkan.

Leave a Reply