Dunia Mencekam Studio bekerja sama dengan Rumah Produksi Santara untuk menghadirkan film horor terbaru berjudul “Songko 2026”. Film ini terinspirasi dari legenda lokal penuh misteri di Sulawesi Utara, khususnya Minahasa dan Tomohon. Yang terkenal dengan cerita rakyatnya yang menegangkan dan sarat dengan unsur magis.
Sebagai debut penyutradaraan Gerald Mamahit di layar lebar, film “Songko” menyajikan kisah horor penuh ketegangan dan suasana mencekam. Tetapi juga dengan cermat mengeksplorasi dan mengangkat kekayaan cerita rakyat yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia Timur. Film ini memadukan horor tradisional dengan latar budaya kaya, memberikan pengalaman menonton yang unik dan mendalam.
Sinopsis Songko 2026
Film ini memiliki setting waktu pada tahun 1986, di sebuah desa bernama Tomohon, Minahasa. Menceritakan mengenai sebuah teror misterius yang membuat warga desa tersebut hidup dalam ketakutan. Satu per satu perempuan muda ditemukan tewas mengenaskan tanpa penjelasan pasti. Warga desa mulai percaya kematian itu bukan hal biasa.
Mereka yakin desa mereka didatangi Songko, makhluk misterius yang mengincar darah suci perempuan muda untuk kekekalan. Perlahan-lahan ketakutan berbuah menjadi kecurigaan. Tuduhan demi tuduhan pun bermuncluan, hingga akhirnya mengarah kepada keluarga Mikha. Helsye, ibu tiri Mikha, dituduh sebagai dalang dari pemanggilan Songko ke desa mereka.
Latar Belakang Songko 2026
Film “Songko” berlatar tahun 1986 di sebuah desa di Tomohon, tanah Minahasa, yang dilanda teror mencekam. Warga hidup dalam ketakutan saat sejumlah perempuan muda ditemukan tewas secara tragis tanpa penjelasan yang jelas.
Penduduk desa mulai yakin bahwa kematian itu bukanlah peristiwa biasa. Mereka percaya bahwa desa mereka telah dikunjungi oleh Songko, makhluk misterius yang diyakini mengincar darah suci perempuan muda untuk meraih keabadian.
Pemeran Songko 2026

Daftar Pemeran Utama & Pendukung Film Songko (2026):
- Annette Edoarda
- Imelda Therinne
- Fergie Brittany
- Tegar Satrya
- Khiva Iskak/Rayanka
- Priscilla Raintung
- Joshua Bertus
- Swarch Watak
- Luisa Rawung
- Eric Dajoh
Tema dan Makna
Tema Utama: Teror Mistis & Urban Legend Minahasa
- Film ini mengangkat kisah Songko, makhluk gaib serupa kuyang/kepala terbang berjubah hitam dari Sulawesi Utara yang haus darah perempuan muda demi keabadian.
- Mengambil latar tahun 1986, cerita menyoroti kehidupan di sebuah desa yang dicekam ketakutan dan terpecah akibat tuduhan mistis.
Makna & Pesan Sosial:
- Bahaya Prasangka Sosial (Paranoia): Film ini menunjukkan bagaimana tuduhan tidak berdasar (fitnah) dapat merusak keharmonisan sebuah komunitas/desa.
- Konflik Keluarga & Orang Asing: Fokus pada perjuangan Mikha yang keluarganya diusir karena ibu tirinya, Helsye, dituduh sebagai jelmaan Songko. Ini menyoroti ketegangan antara keluarga dan pandangan sinis masyarakat sekitar.
- Autentisitas Budaya Lokal: Berusaha menghadirkan horor autentik dari Sulawesi Utara (Minahasa/Tomohon) yang berakar kuat pada tradisi, bukan sekadar ketakutan visual.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan Film Songko (2026)
- Eksplorasi Budaya Lokal (Minahasa): Film ini mengangkat kosmologi dan legenda urban Minahasa tahun 80-an, memberikan pendekatan horor yang segar dan autentik, berbeda dari dominasi horor urban/Jawa.
- Atmosfer Mencekam: Menampilkan latar Tomohon, Sulawesi Utara, dengan sinematografi yang menangkap kabut dan lanskap dingin, meningkatkan kengerian visual dan atmosfer kelam.
- Akting dan Penggunaan Bahasa Daerah: Imelda Therinne menyebutkan tantangan 80% dialog menggunakan bahasa Manado, yang menambah autentisitas cerita. Performa akting Eric MF Dayoh juga disorot memperkuat narasi.
- Cerita Berlapis: Tidak hanya horor supranatural, film ini mengangkat konflik sosial, stigma terhadap perempuan, dan duka keluarga.
Kekurangan/Tantangan Film Songko (2026)
- Intensitas Bahasa Daerah: Penggunaan 80% bahasa Manado mungkin menjadi tantangan tersendiri bagi penonton luar Sulawesi Utara untuk memahami detail dialog tanpa subtitle yang memadai.
- Potensi Lambat di Awal: Fokus pada drama stigmatisasi keluarga di awal cerita mungkin terasa lambat bagi penonton yang mengharapkan jump scare bertubi-tubi sejak menit pertama.
- Debut Sutradara: Ini merupakan proyek debut sutradara layar lebar bagi Gerald Mamahit, yang mana kualitas eksekusi keseluruhannya akan dinilai oleh penonton dan kritikus.
Kesimpulan
Film ini dianggap berkualitas karena tidak hanya mengandalkan jumpscare, tetapi juga mengangkat cerita rakyat dan legenda lokal Minahasa, Sulawesi Utara, dengan riset budaya yang mendalam. Songko (2026) dinilai sangat menarik dan menjanjikan bagi penggemar horor, terutama karena menghadirkan nuansa segar melalui legenda mistis dari Minahasa. Film ini mendapat pujian berkat akar cerita tradisional yang kuat, autentik, serta atmosfer menegangkan yang tidak sekadar mengandalkan jumpscare.

Leave a Reply