Bali dikenal dengan keindahan alam dan adat istiadat yang sangat dihormati. Namun, apa yang terjadi jika sekelompok turis mengabaikan aturan sakral di Pulau Dewata? Cerita menegangkan ini diangkat dalam film horor terbaru hasil kerja sama antara Korea Selatan dan Indonesia berjudul Taboo: The Silent Day.
Melalui perilisan trailer-nya, film ini menampilkan kengerian yang lahir dari pelanggaran norma dan tradisi. Meski baru merilis cuplikan singkat, Taboo: The Silent Day sudah berhasil mencuri perhatian sekaligus memicu diskusi panas di kalangan netizen. Simak sinopsis lengkap dan daftar pemainnya!
Sinopsis Taboo: The Silent Day.
Empat turis Korea: TAE-PYONG (Kwon Da-ham), BITNA (Wang Ha-jun), YUNCHAE (Choi Ta-eun), dan DANA (Kim Woo-rin) berkunjung ke Bali dengan pemandu mereka NOVA (Lee Jeong-hoon). Saat berkeliling Hutan Monyet, Tae-pyong tanpa sengaja memecahkan cangkir di kuil. Bitna terpisah dari kelompok saat menonton parade Ogoh-Ogoh, dan saat mereka mencarinya, mereka menyadari sudah melanggar empat pantangan sakral selama Hari Nyepi. Setelah itu, mereka mengalami teror yang menakutkan. Apakah SHINTA (Della Dartyan), penjaga kuil, dan PAK WAYAN (Sudjiwo Tedjo) terkait dengan teror yang menimpa keempat turis dan pemandu? Bisakah mereka mengatasi teror itu dan selamat?
Latar Belakang Sinopsis Taboo: The Silent Day.
Taboo: The Silent Day disutradarai oleh Park Kyung Kun, yang sebelumnya bekerja sebagai sinematografer untuk film Indonesia-Korea Selatan berjudul The Verdict. Film ini menjadi debutnya sebagai sutradara. Proyek ini juga melibatkan Showbox, rumah produksi Korea Selatan yang sukses dengan film horor Exhuma.
Meski begitu, trailer pertama Taboo: The Silent Day memicu banyak perdebatan. Banyak netizen mengkritik penggunaan Hari Raya Nyepi sebagai latar film horor karena dianggap kurang menghormati makna sakralnya.
Pemeran Sinopsis Taboo: The Silent Day.

Daftar Pemeran
- Kwon Da-ham
- Choi Tae-eun
- Lee Jeong-hoon
- Della Dartyan
- Sujiwo Tejo
Tema dan Makna
Tema Utama
- Pelanggaran Tabu: Pelanggaran aturan adat dan pantangan lokal saat hari suci.
- Benturan Budaya: Ketidaktahuan atau pengabaian turis asing terhadap nilai sakral suatu daerah.
- Keheningan yang Mencekam: Pemanfaatan suasana sunyi Nyepi sebagai fondasi ketegangan psikologis dan teror.
Makna Cerita
- Menghormati Leluhur dan Tradisi: Mengajarkan bahwa setiap wilayah memiliki aturan spiritual yang wajib ditaati oleh pendatang.
- Konsekuensi dari Arogansi: Tindakan meremehkan budaya lokal dapat memicu malapetaka bagi diri sendiri.
- Refleksi Kesucian: Kontras antara makna Nyepi yang sebenarnya sebagai sarana introspeksi diri dan kekacauan akibat ulah manusia.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan
- Premis Unik: Memadukan ketegangan tradisi Catur Brata Penyepian Nyepi di Bali dengan elemen horor khas Korea.
- Kolaborasi Lokal: Melibatkan aktor kenamaan Indonesia seperti Della Dartyan dan Sudjiwo Tedjo.
- Daya Tarik Visual: Menampilkan atmosfer Pulau Dewata dalam nuansa sunyi yang mencekam dan sinematografi segar.
Kekurangan
- Kontroversi Budaya: Dianggap berisiko menampilkan informasi yang salah (misleading) atau keliru mengenai kesakralan Hari Raya Nyepi.
- Potensi Sensitif: Menimbulkan kekhawatiran dapat mencoreng atau salah kaprah dalam memandang tradisi Hindu Bali jika kurang riset mendalam.
Kesimpulan
Film Taboo: The Silent Day (2026) menuai perdebatan soal kelayakan tonton. Film ini menarik bagi penggemar horor karena menggabungkan ketegangan supranatural Korea dengan budaya Bali dan menampilkan aktor lokal seperti Della Dartyan dan Sudjiwo Tedjo. Namun, beberapa penonton merasa film ini mungkin kurang tepat atau kontroversial dalam menggambarkan kesakralan Hari Raya Nyepi.

Leave a Reply