Film terbaru dari sutradara Hanung Bramantyo berjudul internasional “The Hole, 309 Days to the Bloodiest Tragedy” dan judul Indonesia “Lobang Buaya” (sebelumnya dikenal sebagai “Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah”) resmi dipilih untuk ikut dalam Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) 2026 di Korea Selatan.
Sebelum masuk pasar Korea Selatan, film ini sudah menarik perhatian dunia lewat penayangan pertama di International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2026. Festival ini adalah salah satu festival film terpenting di Eropa dan sekarang hadir di BIFAN 2026, festival film genre terbesar di Asia yang menampilkan horor, fantasi, dan thriller.
Sinopsis Lobang Buaya
Setahun sebelum tragedi 30 September 1965, Desa Lobang Buaya mengalami serangkaian pembunuhan misterius terhadap tokoh desa. Korban ditemukan dengan punggung berlubang dan tubuh yang disayat membentuk kata-kata seperti Tamak, Lamis, dan Maruk, seolah pembunuhan itu menyampaikan sebuah pesan.
Saat cerita tentang Hantu Bolong menyebar dan ketegangan politik mulai terasa di desa, Letnan Soegeng (Baskara Mahendra) diberi tugas untuk mencari tahu siapa yang menyebabkan teror yang membuat masyarakat terpecah. Pada waktu yang sama, istri baru Letnan, Arum Wangi (Carissa Perusset), diteror oleh arwah perempuan yang terus meminta, (Kembalikan tubuhku).
Saat arwah itu memanggil Arum dengan nama Ronggeng, Soegeng menyadari teror di rumahnya bukan kejadian biasa, tapi bagian dari ritual gelap yang dibuat untuk menebar ketakutan dan mengubah sejarah.
Semakin dekat ia dengan kebenaran, semakin jelas bahwa pembunuhan itu adalah awal dari tragedi besar yang disebut Gerakan 30 September 1965. Jika ia gagal menghentikannya, Lobang Buaya akan menjadi saksi lahirnya bab kelam dalam sejarah Indonesia.
Latar Belakang Lobang Buaya
“Berlatar belakang sejarah yang penuh gejolak, film ini menggabungkan pembunuhan misterius dengan elemen horor, misteri, dan drama detektif. Dengan penyutradaraan yang baik dan cerita yang kuat, film ini menyajikan ketegangan yang menarik sekaligus refleksi tentang tragedi sejarah. Meninggalkan kesan emosional yang kuat setelah film selesai,” ujar Martin Lee dalam rilis yang diterima RRI, Senin 15 Juni 2026.
Menanggapi apresiasi tersebut, Hanung Bramantyo sebagai sutradara mengungkapkan rasa syukur dan semangatnya membawa cerita sejarah Indonesia ke layar internasional. “Bagi saya, genre horor dan thriller adalah cara yang jujur untuk menggali ketakutan terbesar sebuah bangsa,” ujarnya.
Pemeran Lobang Buaya

Daftar Pemeran Utama
- Baskara Mahendra
- Carissa Perusset
- Khiva Iskak
- Anya Zen
- Mathias Muchus
Tema dan Makna
Tema Utama
- Ketakutan Kolektif dan Gejolak Sosial: Mengangkat latar 309 hari sebelum tragedi 1965, fokus cerita berada pada teror pembunuhan berantai misterius di desa Lobang Buaya yang memecah belah warga.
- Propaganda dan Mitologi Lokal: Memadukan intrik politik dengan rumor mistis seperti “Hantu Bolong” dan cerita rakyat untuk menggambarkan bagaimana rasa takut dimanipulasi.
- Pencarian Kebenaran di Tengah Kegilaan: Perjalanan mental Letnan Soegeng (Baskara Mahendra) yang harus mengungkap misteri di tengah situasi kota yang mulai kehilangan akal sehat.
Makna Mendalam
- Pembacaan Ulang Luka Sejarah: Film ini tidak menceritakan sejarah melainkan sebagai bentuk refleksi simbolik atas luka masa lalu bangsa Indonesia.
- Eksplorasi Trauma Kolektif: Melalui elemen horor dan thriller, sutradara melihat genre ini sebagai ruang jujur untuk membedah ketakutan terbesar dari suatu bangsa akibat tragedi kemanusiaan dan pertikaian politik.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan Film
- Konsep Unik: Menggabungkan kisah mistis fiksi dengan ketegangan sejarah politik masa lalu.
- Akting Kuat: Dibintangi oleh aktor papan atas seperti Baskara Mahendra dan Carissa Perusset.
- Atmosfer Mencekam: Menghadirkan nuansa horor yang tidak hanya sekadar mengagetkan, tetapi juga memberi refleksi mendalam.
- Pengakuan Internasional: Berhasil menembus festival film dunia seperti pemutaran di Rotterdam dan BIFAN.
Kekurangan Film
- Alur Lambat (Slow-Paced): Tempo cerita pada awal film terasa lambat karena fokus membangun investigasi dan misteri.
- Sensitif dan Kompleks: Tema sejarah yang diangkat bisa sulit dipahami atau memicu perdebatan bagi penonton yang tidak menyimak konteks historisnya.
Kesimpulan
Film Lobang Buaya (juga dikenal sebagai Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi) karya sutradara Hanung Bramantyo layak ditonton oleh semua orang. Film ini menggabungkan horor dan misteri dengan cerita tentang sejarah Indonesia. Para aktornya berakting sangat baik, membuat film ini semakin menarik. Lobang Buaya juga pernah diputar di beberapa festival film internasional penting, menambah nilai film ini.

Leave a Reply