Trailer Film Jangan Lupa Bahagia Resmi Dirilis

Film drama keluarga Jangan Lupa Bahagia resmi merilis trailer pertama pada 3 Agustus 2026. Dalam cuplikan berdurasi 2 menit 13 detik yang diunggah di akun Instagram @janganlupabahagiafilm, penonton diajak melihat perjuangan seorang kakak yang memikul tanggung jawab besar untuk menjaga keluarganya tetap bersama.

Dikutip dari 21sineplex.com, film yang disutradarai Andi Burhamzah ini menceritakan tentang Ulla, yang diperankan oleh Alghifahri Jasin. Ulla menjadi penopang keluarga setelah orang tuanya meninggal. Dia tinggal bersama dua adiknya, Imma (Jasmin Risach) dan Ikbal (M. Aqif Difullah), di sebuah rumah kosong milik teman ayahnya yang sudah meninggal.

Sinopsis Jangan Lupa Bahagia

Ulla (Alghifahri Jasin) harus menjaga kedua adiknya, Imma (Jasmin Risach) dan Ikbal (M Aqif Difullah), setelah orang tua mereka meninggal. Mereka tinggal di rumah kosong milik teman ayah mereka. Ulla berusaha agar adiknya tetap sekolah untuk mewujudkan mimpi orang tua mereka. Untuk kebutuhan hidup, Ulla bekerja sebagai tukang ojek online. Namun, masalah muncul saat ponselnya rusak parah setelah jatuh dan tertimpa motor. Saat itu juga, mereka harus pindah karena rumah tumpangan akan dijual oleh anak pemiliknya.

Latar Belakang Jangan Lupa Bahagia

Bagi Andi Burhamzah, Jangan Lupa Bahagia terus membuat film tentang keluarga dan kehidupan sehari-hari. Sutradara dari Makassar ini sebelumnya dikenal lewat karya seperti Cinta Sama dengan Cindolo Na Tape (2018), Ambo Nai Sopir Andalan (2022), Mappacci – Malam Pacar (2023), dan terbaru, Uang Passolo (2026). Dalam film-filmnya, Andi Burhamzah sering mengangkat budaya Sulawesi Selatan dengan cerita yang dekat dengan kehidupan orang biasa.

Film Jangan Lupa Bahagia akan tayang di bioskop Indonesia mulai 10 September 2026. Bagi penggemar film drama keluarga Indonesia, Jangan Lupa Bahagia siap menjadi tontonan yang menyentuh hati mulai 10 September.

Pemeran Jangan Lupa Bahagia

Daftar Pemeran Utama & Karakter

  • Alghifahri Jasin sebagai Ulla
  • Jasmin Risach sebagai Imma
  • M Aqif Difullah sebagai Ikbal

Pemeran Pendukung Lainnya

  • Tumming
  • Abu
  • Adhi Basto / Adhy Basto
  • Andi Batari Bintang
  • Jade Thamrin
  • Arman Dewarti
  • Abdul Rojak
  • Daeng Nojeng
  • Regina Ilyas

Tema dan Makna

Tema Utama

  • Perjuangan Keluarga: Fokus pada pengorbanan seorang kakak (Ulla) yang harus menjadi tulang punggung bagi kedua adiknya setelah kepergian atau kondisi orang tua mereka.
  • Realitas Hidup yang Berat: Menggambarkan saat-saat ketika masalah datang bertubi-tubi dan hidup tidak memberi kesempatan untuk berhenti.
  • Dukungan Sosial dan Kekeluargaan: Arti penting kehadiran orang-orang terdekat yang tetap bertahan meski terkadang tingkah laku mereka justru menambah masalah.

Makna Mendalam

  • Arti Bahagia yang Realistis: Bahagia bukan berarti hidup tanpa masalah, melainkan keberanian untuk tetap melangkah dan melanjutkan perjalanan hidup di tengah lelah serta kekecewaan.
  • Ketulusan dan Penerimaan: Belajar menerima kenyataan bahwa terkadang seseorang belum sepenuhnya sanggup menggantikan posisi orang tua, namun usaha untuk terus bersama keluarga adalah bentuk cinta yang nyata.
  • Harapan di Balik Kesedihan: Bahwa di balik rasa lelah dan kehilangan, selalu ada hal sederhana yang layak disyukuri, disenyumi, bahkan ditertawakan bersama.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan (Potensi Unggulan)

  • Cerita Relate dengan Realita: Mengangkat kisah perjuangan hidup, beban finansial, pencarian kerja, dan dinamika keluarga yang sangat dekat dengan keseharian masyarakat.
  • Kombinasi Emosi yang Pas: Menampilkan kisah haru perjuangan kakak, diselingi humor khas dari aktor lokal berpengalaman seperti Tumming dan Abu.
  • Sentuhan Khas Sineas Daerah: Disutradarai oleh Andi Burhamzah yang konsisten membawa warna dan nilai emosional kuat khas karya-karya dari Sulawesi.

Kekurangan (Potensi Kendala)

  • Premis yang Cukup Klasik: Tema perjuangan hidup dan konflik keluarga sudah sering diangkat dalam sinema drama Indonesia, sehingga rentan terasa biasa jika eksekusinya kurang segar.
  • Skala Rilis Terbatas: Sebagai film produksi lokal non-mega-budget, sebarannya di jaringan bioskop besar mungkin tidak seluas film-film block-buster nasional pada umumnya.

Kesimpulan

Jangan Lupa Bahagia (2026) sangat layak ditonton karena menghadirkan drama keluarga yang penuh perasaan dan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Film ini menceritakan perjuangan seorang kakak yang menjadi penopang keluarga, berusaha keras menjaga kebahagiaan dan keharmonisan keluarganya. Ceritanya sangat menyentuh dan bisa membuat penonton dari berbagai usia terharu. Film ini akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 10 September 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *