Gelombang film auteur kembali mengguncang layar lebar lewat rilisan terbaru dari A24, Mother Mary. Mulai tayang di bioskop Indonesia pada 24 April 2026, film ini langsung menarik perhatian dengan premis uniknya memadukan drama musikal dengan elemen thriller psikologis yang perlahan menyelami emosi penonton.
Disutradarai oleh David Lowery, Mother Mary bukan sekadar film tentang musik atau ketenaran. Dengan tagline provokatif “This is Not a Ghost Story”, film ini mengajak penonton menyelami wilayah yang lebih dalam: trauma, identitas, dan hubungan yang terkoyak oleh waktu. Pendekatan khas A24 sunyi, berani, dan penuh kegetiran membuatnya begitu menghantui.
Sinopsis MOTHER MARY 2026
Cerita Mother Mary mengikuti pertemuan Mary dengan sahabat lamanya, Sam, yang diperankan oleh Michaela Coel. Mereka bertemu di tempat sepi, jauh dari dunia hiburan. Di sana, mereka harus menghadapi masa lalu mereka. Awalnya seperti reuni biasa, tapi lama-kelamaan berubah jadi pertemuan yang penuh emosi.
Dialog demi dialog membuka luka lama, menciptakan ketegangan yang terasa dekat sekaligus menakutkan. Hubungan mereka berubah menjadi “pertarungan psikologis” yang membingungkan antara kebenaran, persepsi, dan ingatan. Seiring cerita berjalan, identitas Mary sebagai tokoh publik mulai rusak. Wajah yang selama ini ia tunjukkan perlahan runtuh, memperlihatkan sisi manusia yang lemah dan kadang mengganggu.
Latar Belakang MOTHER MARY 2026
Sebagai drama musikal, Mother Mary tidak hanya mengandalkan cerita, tetapi juga musik. Lagu-lagu asli dalam film ini dibuat oleh Jack Antonoff dan Charli XCX, menciptakan suasana yang emosional dan modern.
Tak kalah menarik, FKA twigs juga ikut serta sebagai penyanyi dan pemeran karakter Imogene. Kehadirannya menambah warna eksperimental yang memperkuat suasana artistik film ini.
Pemeran MOTHER MARY 2026

- Anne Hathaway sebagai Bunda Maria
- Michaela Coel sebagai Sam Anselm
- Hunter Schafer sebagai Hilda
- FKA Twigs sebagai Imogen
- Atheena Frizzell sebagai Emily
- Kaia Gerber sebagai Nikki
- Jessica Brown Findlay sebagai Tessa
- Isaura Barbé-Brown sebagai Kyla
- Alba Baptista sebagai Miel Contrera
- Sian Clifford sebagai Jade
Tema dan Makna
Tema Utama:
- Krisis Identitas dan Kesehatan Mental: Mengangkat kerapuhan batin seorang diva pop ikonik yang mengalami trauma psikologis di balik gemerlap panggung.
- Hubungan Emosional yang Kompleks: Mengeksplorasi hubungan intens, persahabatan, dan potensi pengkhianatan antara bintang pop (Mary) dan perancang busananya (Sam Anselm).
- Sisi Gelap Ketenaran: Menelusuri trauma yang timbul akibat tekanan tur dunia dan ekspektasi publik.
Makna Singkat:
Film ini bercerita tentang pencarian harga diri dan penyembuhan luka lama. Seorang bintang pop (Anne Hathaway) berjuang melawan masalah psikologis dengan bantuan teman lamanya (Michaela Coel). Mother Mary menunjukkan bahwa di balik penampilan panggung yang megah, ada jiwa yang rapuh yang butuh hubungan emosional yang nyata.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan:
- Visual dan Aura Artistik: Film ini menawarkan komposisi gambar yang bersih, menghipnotis, dan memiliki aura mistis, menciptakan dunia ketenaran yang terasa seperti ritual spiritual.
- Akting dan Cerita Kuat: Menampilkan penampilan emosional dari Anne Hathaway sebagai diva pop yang terperangkap dalam citranya sendiri.
- Kombinasi Genre Unik: Menggabungkan drama musikal, thriller psikologis, dan elemen misteri yang berani.
- Musik Orisinal: Menampilkan lagu-lagu orisinal yang menambah kedalaman cerita.
Kekurangan:
- Tempo Lambat (Slowburn): Film ini cenderung slowburn dan lebih fokus pada dialog intens daripada adegan mendebarkan, yang mungkin membuat sebagian penonton merasa bosan.
- Fokus pada Metafora: Ikatan emosional digambarkan melalui metafora-metafora yang terkadang terasa horor, menuntut fokus tinggi penonton.
- Bukan untuk Penonton Kasual: Gaya penyutradaraan David Lowery yang spesifik mungkin tidak cocok untuk penonton yang mencari thriller aksi yang cepat.
Kesimpulan
Menonton film ini mengharuskan kamu fokus pada dialog kedua tokohnya. Bagi yang tidak suka film dengan tempo lambat, film Mother Mary mungkin terasa membosankan dan membuat mengantuk. Sebagian besar film ini berisi dialog tanpa adegan menegangkan.
Meski begitu, film ini cukup menarik karena menunjukkan dunia hiburan yang dijalani sang diva. Tertarik menonton? Jangan lupa minum kopi dulu!

Leave a Reply