Hari ini, Selasa, film horor Getih Ireng berhasil naik ke posisi pertama sebagai film paling banyak ditonton di Netflix Indonesia. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa minat penonton pada cerita mistis yang berasal dari budaya lokal masih sangat tinggi.
Film yang mempertemukan dua aktor terkenal, Darius Sinathrya dan Titi Kamal, ini menyajikan ketegangan psikologis dan unsur supranatural. Berlatar suasana pedesaan Jawa Tengah yang indah tapi penuh misteri, Getih Ireng cocok untuk penggemar horor yang ingin cerita yang dalam.
Sinopsis Getih Ireng
Cerita dimulai dari perjalanan pasangan suami istri, Pram (Darius Sinathrya) dan Rina (Titi Kamal). Baru menikah, mereka sangat ingin memiliki anak untuk melengkapi kebahagiaan. Untuk mencari suasana baru dan hidup lebih tenang, mereka pindah dari kota Solo ke Wonosobo, Jawa Tengah. Namun, alih-alih mendapatkan ketenangan, kepindahan itu justru memulai serangkaian teror yang mengancam nyawa dan masa depan keluarga mereka.
Masalah mulai muncul saat mereka mengadakan acara syukuran rumah baru. Rina, yang lebih peka, melihat sosok kakek misterius yang terasa aneh. Sosok itu tidak hanya muncul di dunia nyata, tapi juga dalam mimpi buruk Rina. Dalam mimpinya, kakek itu melempar tanah sambil tersenyum menyeramkan ke arah Rina.
Tak lama setelah kejadian aneh itu, ada kabar baik untuk pasangan ini. Rina dinyatakan hamil. Namun, kebahagiaan itu hanya sebentar. Rina mengalami keguguran tiba-tiba setelah ia bermimpi tentang kakek misterius itu lagi.
Latar Belakang Getih Ireng
Film GETIH IRENG dibuat oleh Hitmaker Studio dan akan tayang pada 16 Oktober 2025. Syuting dilakukan di Bandung, Jawa Barat, dengan suasana pedesaan Jawa yang asli dan tradisional.
Film teaser ini menggunakan efek visual nyata dan suasana gelap untuk menciptakan horor yang berbeda. Ada juga adegan ritual siraman di depan cermin pecah yang menunjukkan ancaman gaib.
Meski anggaran belum pasti, film ini diperkirakan memakai dana menengah hingga tinggi karena kualitas teknis dan promosi yang bagus.
Pemeran Getih Ireng

Titi Kamal sebagai Rina
Darius Sinathrya sebagai Pram
Sara Wijayanto sebagai Mawar
Nungki Kusumastuti sebagai Ambar
Egy Fedly sebagai Kakek
Ivonne Dahler
Agus Firmansyah sebagai Muri
Tenno Ali sebagai Narto
Tema dan Makna
Tema Utama
- Dendam dan Obsesi: Menggambarkan bagaimana kebencian, dendam masa lalu, dan obsesi seseorang dapat berubah menjadi teror mistis yang kejam dan destruktif.
- Keluarga dan Kesetiaan: Menguji ketahanan mental serta bentuk kerja sama sebuah pasangan muda dalam mempertahankan keutuhan rumah tangga di tengah terjangan teror gaib.
- Benturan Tradisi dan Kepercayaan: Menyoroti batas tipis antara keyakinan mistis lokal, tradisi leluhur, dan rasionalitas manusia saat menghadapi musibah di luar nalar.
Makna Mendalam
- Luka Batin dan Kepercayaan: Di balik kengerian fisik dan teror darah hitam (getih ireng), film ini menyampaikan pesan tentang pentingnya komunikasi, empati, serta kejujuran antar pasangan untuk meredam luka batin.
- Konsekuensi Masa Lalu: Menyimbolkan bahwa kesalahan atau konflik yang tidak diselesaikan tuntas pada masa lalu dapat, bagaikan kutukan, kembali menuntut balas di masa depan.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan Film Getih Ireng
- Visual dan Prostetik Niat: Desain monster dan makhluk halus tampil meyakinkan berkat riasan prostetik serta efek visual yang digarap serius.
- Akting Pemain Utama: Performa Titi Kamal dan Darius Sinathrya cukup kuat dalam menyampaikan emosi ketakutan serta rasa kehilangan.
- Atmosfer dan Adegan Sadis: Menghadirkan beberapa adegan aksi yang cukup berani dan brutal menjelang bagian akhir cerita.
Kekurangan Film Getih Ireng
- Mengandalkan Jump Scare dan Suara Keras: Ketegangan sering kali dipicu oleh scoring musik atau efek suara menggelegar ketimbang bangunan rasa ngeri yang alami.
- Alur Cerita Terasa Familiar: Penggunaan formula cerita horor konvensional membuat jalannya plot mudah ditebak oleh penonton setia genre ini.
- Penyelesaian Konflik Terlambat: Petunjuk penting mengenai dalang di balik teror baru dimunculkan mendekati akhir film sehingga tensi kurang terjaga dengan stabil.
Kesimpulan
Film Getih Ireng yang rilis akhir 2025 dan populer di Netflix awal 2026 cocok untuk penggemar horor lokal yang suka visual bagus, tata artistik yang rapi, dan cerita tentang santet. Namun, film ini kurang pas untuk yang cari cerita kuat karena alurnya biasa dan banyak pakai suara kejutan (jump scare).

Leave a Reply